1. Landasan yang Mengarah dalam Globalisasi.

.        Landasan-landasan pendidikan yang mengarah dalam globalisasi adalah filosofis, hukum, sosiologis, kultural, psikologis, serta ilmiah dan teknologi.

1. Landasan Filosofis

  1. Pengertian Landasan Filosofis.

Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangaan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.

  1. Pancasila sebagai Landasan Filosofis-Ideologis

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

2. Landasan Hukum.

    1. Pancasila sebagai Landasan Idiil

Sudah menjadi pemahaman bersama bahwa Kedudukan dan Fungsi Pancasila cukup banyak, yakni:

  1. Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia, artinya Pancasila melekat erat pada aktivitas lehidupan bangsa Indonesia.
  2. Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia, maksudnya Pancasila merupakan sikap mental, tingkah laku dan amal yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia
  3. Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, artinya Pancasila sebagai petunjuk, penuntun dan pegangan sikap bangsa Indonesia,
  4. Sebagai Falsafah Hidup Bangsa Indonesia maksudnya, Pancasila diyakini memiliki kebenaran
  5. Sebagai Weltanschauung/Philosophische Gronslag, artinya Pancasila sebagai pandangan dunia atau pandangan hidup,
  6. Sebagai Perjanjian Luhur Rakyat Indonesia, yakni Pancasila telah disepakati dan disetujui oleh Rakyat Indonesia
  7. Sebagai Cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia, maksudnya Pancasila menjadi cita-cita Bangsa Indonesia dalam mencapai masyarakat adil dan makmur (Sosialisme Indonesia),
  8. Sebagai Dasar Negara Republik Indoensia, yaitu Pancasila sebagai dasar pedoman dalam mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan Negara,
  9. Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum, sebagaimana tertuang dalam TAP MPRS No. XX/MPRS/1966 (Jo TAP MPR No. V/MPR/1973 dan TAP MPR No. IX/MPR/1978),
  10. Sebagai Landasan Idiil, yaitu Pancasila sebagai landasan Pembentukan GBHN (dulu) termasuk landasan GBPP.
    1. Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 Landasan Konstitusional.

Dalam alenia keempat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 menyebutkan tujuan bernegara kita, yang salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam rangka mencapai masyarakat yang dicita-citakan dengan didasarkan pada Pancasila sebagai ideologi Negara.

    1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai landasan pelaksanaan Sistem Pendidikan secara nasional.
    2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai landasan bagi subjek pendidikan, yakni pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik,
    3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ialah landasan standarisasi pendidikan nasional/penjaminan mutu pendidikan secara nasional, dan
      Lahirnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ini, memang amanat dari Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003. Dimaksudkan demi pemerataan dan penghilangan kesenjangan, sekaligus penjaminan mutu pendidikan agar setara secara nasional.
    4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan adalah landasan bagi pelaksanaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan sebagai landaan pelaksanaan dari UU Sisdiknas.
  1. Landasan Sosiologis

Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:

    1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
    2. Hubungan kemanusiaan.
    3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
    4. Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
  1. Landasan Kultural

Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.

Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nlai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.

  1. Landasan Psikologis.

Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.

Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.

  1. Landasan Ilmiah dan Teknologi.

Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.