Latest Entries »

Puisi

TRUE TO YOUR HEART

Baby, I knew at once that you were meant for me
Deep in my soul I know that I'm your destiny 
Though you're unsure
Why fight the tide
Don't think so much.
Let your heart decide 
Baby,I see your future
And it's tied to mine
I look in your eyes
And see you searching for a sign
But you'll never fall
'Til you let go
Don't be so scared of what you don't know

True to your heart
You must be true your heart
That's when the heavens will part
And baby, shower you with my love
Open your eyes
Your heart can tell you no lies
And when you're true to your heart
I know it's gonna led you straight to me

Someone you know is on your side
Can set you free
I can do that for you
If you believe in me
Why second-guess 
What feels so right
Just trust your heart
And you'll see the light

Your heart knows what's good for you
Let your heart show you the way
It'll see you through

My heart is driving me to where you are
You can take both hands off the wheel and still get far
Be swept away, enjoy the ride
You won't get lost
With your heart to guide you

True to your heart 
You must be true to your heart
That's when the heavens will part
And baby, shower you with my love
Open your eyes 
Your heart can tell no lies
And when you're true to your heart
I know it's gonna lead you straight to me 

When things are getting crazy
And you don't know where to start
Keep on believin' baby
Just be true to your heart
When all the world around you
It seems to fall apart
Keep on believin' baby
Just be true to your heart

PROPOSAL PROGRAM PENGEMBANGAN

MANAJEMEN LABORATORIUM DI SMAN 7 MALANG

 

 A.  Rasional  

  1. Adanya hubungan antara teori dengan praktik yang bersifat berlapis berulang yang integratif (sandwhicht)
  2. Diterapkannya kurikulum KTSP maka peran dari laboratorium akan sangat menunjang dalam proses peningkatan ketrampilan peserta didiknya dalam rangka mengembangkan antara teori dengan praktik
  3. Penggunaan laboratorium yang sangat berguna bagi kelancaran PBM di sekolah perlu mendapat perhatian yang lebih
  4. Pelayanan dalam laboratorium juga harus diperhatikan karena untuk melayani pengguna laboratorium IPA khususnya haruslah seorang yang mempunyai kemampuan dalam mengelola laboratorium IPA View full article »

Bahan:

2 sdt minyak wijen

600 g daging has dalam sapi, iris melintang serat tipis

300 g bihun kering seduh air mendidih hingga lunak, tiriskan

200 g buncis muda, bersihkan rebus sebentar

Saus Lemon:

2 sdm minyak zaitun

3 sdm air jeruk lemon

1 siung bawang putih, parut

60 ml saus cabai manis

2 sdm kecap asin

2 sdt merica hitam butiran, sangrai, memarkan

taburan:

2 batang daun bawang, iris halus

2 sdm biji wijen, sangrai

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak wijen, tumis daging hingga berubah warna, angkat, tiriskan
  2. Taruh bihun, daging tunmis, dan buncis dalam wadah
  3. Saus lemon: campur semua bahan hingga rata
  4. Siram bahan selada dengan saus lemon, aduk rata, taburi dengan bahan taburan, sajikan segera

Bahan:

Adonan Ubi:

1/2 sdm minyak untuk menumis

75 g bawang Bombay, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

1 kg ubi merah, kupas, kukus, haluskan

1 kg kentang, kupas, kukus, haluskan

2 buah cabe merah besar, buang bijinya, kukus, haluskan

1 sdt merica bubuk

1 sdt garam halus

1 1/2 sdm kaldu ayam bubuk

1 sdm keju Parmesan parut*

1 sdt peterseli cincang halus

1 butir telor ayam, kocok

75 g tepung roti

Lapisan

1 sdm minyak untuk menumis

1 siung bawah putih, cincang halus

1 batang daun bawang, iris halus

300 g udang kupas potong kasar

1/4 sdt merica bubuk

1/2 sdt garam

100 ml kaldu

1 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air

Taburan

1 sdm keju parmesan parut

Cara membuat:

  1. Adonan ubi: Panaskan minyak, tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu. Angkat.
  2.  Aduk bawang tumis bersama sisa bahan adonan ubi hingga rata. Sisihkan.
  3.  Masukkan udang cincang, aduk-aduk hingga berubah warna dan matang.
  4.  Tambahkan merica, garam dan kaldu. Didihkan
  5.  Tuangkan larutan maizena aduk hingga kental, angkat sisihkan
  6. Siapkan loyang bongkar pasang berdiameter 22 cm dan tinggi 5 cm. Ratakan sebagian adonan ubi kedalam loyang
  7. Taruh adonan lapisan di atasnya, ratakan
  8. Ratakan sisa adonan ubi diatasnya. Taburi keju parmesan
  9. Panggang dalam oven panas bersuhu 180 C selama 30 menit. Angkat
  10. Sajikan hangat. untuk 6 orang


* keju Parmesan adalah keju khas Italia. berwarna kuning terang, keras, dan dijual dalam bentuk potongan dan bubuk. biasa dipakai untuk taburan pasta, pizza, dan sup, dijual dalam bentuk kemasan kaleng dan plastik


  1. Landasan yang Mengarah dalam Globalisasi.

.        Landasan-landasan pendidikan yang mengarah dalam globalisasi adalah filosofis, hukum, sosiologis, kultural, psikologis, serta ilmiah dan teknologi.

1. Landasan Filosofis

  1. Pengertian Landasan Filosofis.

Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangaan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.

  1. Pancasila sebagai Landasan Filosofis-Ideologis

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

2. Landasan Hukum.

    1. Pancasila sebagai Landasan Idiil

Sudah menjadi pemahaman bersama bahwa Kedudukan dan Fungsi Pancasila cukup banyak, yakni:

  1. Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia, artinya Pancasila melekat erat pada aktivitas lehidupan bangsa Indonesia.
  2. Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia, maksudnya Pancasila merupakan sikap mental, tingkah laku dan amal yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia
  3. Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, artinya Pancasila sebagai petunjuk, penuntun dan pegangan sikap bangsa Indonesia,
  4. Sebagai Falsafah Hidup Bangsa Indonesia maksudnya, Pancasila diyakini memiliki kebenaran
  5. Sebagai Weltanschauung/Philosophische Gronslag, artinya Pancasila sebagai pandangan dunia atau pandangan hidup,
  6. Sebagai Perjanjian Luhur Rakyat Indonesia, yakni Pancasila telah disepakati dan disetujui oleh Rakyat Indonesia
  7. Sebagai Cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia, maksudnya Pancasila menjadi cita-cita Bangsa Indonesia dalam mencapai masyarakat adil dan makmur (Sosialisme Indonesia),
  8. Sebagai Dasar Negara Republik Indoensia, yaitu Pancasila sebagai dasar pedoman dalam mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan Negara,
  9. Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum, sebagaimana tertuang dalam TAP MPRS No. XX/MPRS/1966 (Jo TAP MPR No. V/MPR/1973 dan TAP MPR No. IX/MPR/1978),
  10. Sebagai Landasan Idiil, yaitu Pancasila sebagai landasan Pembentukan GBHN (dulu) termasuk landasan GBPP.
    1. Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 Landasan Konstitusional.

Dalam alenia keempat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 menyebutkan tujuan bernegara kita, yang salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam rangka mencapai masyarakat yang dicita-citakan dengan didasarkan pada Pancasila sebagai ideologi Negara.

    1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai landasan pelaksanaan Sistem Pendidikan secara nasional.
    2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai landasan bagi subjek pendidikan, yakni pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik,
    3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ialah landasan standarisasi pendidikan nasional/penjaminan mutu pendidikan secara nasional, dan
      Lahirnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ini, memang amanat dari Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003. Dimaksudkan demi pemerataan dan penghilangan kesenjangan, sekaligus penjaminan mutu pendidikan agar setara secara nasional.
    4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan adalah landasan bagi pelaksanaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan sebagai landaan pelaksanaan dari UU Sisdiknas.
  1. Landasan Sosiologis

Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:

    1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
    2. Hubungan kemanusiaan.
    3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
    4. Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
  1. Landasan Kultural

Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.

Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nlai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.

  1. Landasan Psikologis.

Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.

Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.

  1. Landasan Ilmiah dan Teknologi.

Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.

Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang signifikan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara elemen-elemen yang terjadi akibat perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional (Mustofa, 2008). Menurut Merryfield (2005:22) mengemukakan bahwa “… globalization is increasing political polarization, economic and technological inequities, and cultural conflicts”. Globalisasi adalah sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat (Wikipedia, 2009).

Dari uraian tersebut maka disimpulkan pengertian globalisasi adalah suatu proses perubahan sosial dengan meningkatnya saling keterkaitan antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya perubahan ekonomi, lingkungan, politik dan pertukaran kebudayaan yang mencakup semua bidang seperti arus informasi, aliran barang, jasa dan uang serta pertukaran budaya.

Ciri-ciri Globalisasi meliputi:

  1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu yang diakibatkan oleh perkembangan telepon genggam, televisi satelit dan internet.
  2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung satu negara dengan negara lain.
  3. Peningkatan interaksi budaya antar negara melalui media massa.
  4. Munculnya masalah global yang menuntut dunia mengatasi masalah tersebut secara bersama.
  1. Pendidikan Berwawasan Global.

Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi. Pendidikan tidak mungkin menisbikan proses globalisasi yang akan mewujudkan masyarakat global ini. Sehingga pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan anak didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat kompetitif dan dengan derajat saling menggantungkan antar bangsa yang sangat tinggi. Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Untuk itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan dan tanggung jawab.

Di samping itu, pendidikan harus menghasilkan lulusan yang dapat memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung mencapai sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu altematif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang berwawasan global. Premis untuk memulai pendidikan berwawasan gobal adalah bahwa informasi dan pengetahuan tentang bagian dunia yang lain harus mengembangkan kesadaran kita bahwa kita akan dapat memahami lebih baik keadaan diri kita sendiri apabila kita memahami hubungan dengan masyarakat lain dan isu-isu global sebagaimana dikemukakan oleh Psikolog Csikszentmihalyi (dalam Widoyoko,2008), yang menyatakan bahwa perkembangan pribadi yang seimbang dan sehat memerlukan “an understanding of the complexities of an increasingly complex and interdependent world”.

Pendidikan berwawasan global menurut Widoyoko (2008) dapat dikaji berdasarkan dua perspektif, yaitu perspektif kurikuler dan perspektif reformasi.

  1. Perspektif kurikuler.

Berdasarkan perspektif kurikuler, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pendidik kelas menengah dan profesional dengan meningkatkan kemampuan dalam memahami masyarakatnya dalam kaitan dengan kehidupan masyarakat dunia, dengan ciri-ciri: a) mempelajari budaya, sosial, politik dan ekonomi bangsa lain dengan titik berat memahami adanya saling ketergantungan, b) mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat, dan, c) mengembangkan berbagai kemungkinan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bekerjasama guna mewujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan berwawasan global akan mencakup (Widoyoko, 2008):

  1. adanya saling ketergantungan di antara masyarakat dunia,
  2. adanya perubahan yang akan terus berlangsung dari waktu ke waktu,
  3. adanya perbedaan kultur di antara masyarakat atau kelompok-kelompok dalam masyarakat oleh karena itu perlu adanya upaya untuk saling memahami budaya yang lain,
  4. adanya kenyataan bahwa kehidupan dunia ini memiliki berbagai keterbatasan antara lain dalam wujud ketersediaan barang-barang kebutuhan yang jarang, dan
  5. untuk dapat memenuhi kebutuhan yang jarang tersebut tidak mustahil menimbulkan konflik-konflik.

Berdasarkan perspektif kurikuler ini, pengembangan pendidikan berwawasan global memiliki implikasi ke arah perombakan kurikulum pendidikan. Mata pelajaran dan mata kuliah yang dikembangkan tidak lagi bersifat monolitik melainkan lebih banyak yang bersifat integratif.

  1. Perspektif Reformasi

Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat sangat kompetitif dan dengan derajat saling ketergantungan antar bangsa yang amat tinggi. Pendidikan harus mengkaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Oleh karena itu sekolah harus memiliki orientasi nilai, di mana masyarakat kita harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.

Implikasi dari pendidikan berwawasan global menurut perspektif reformasi tidak hanya bersifat perombakan kurikulum, melainkan juga merombak sistem, struktur dan proses pendidikan. Pendidikan dengan kebijakan dasar sebagai kebijakan sosial tidak lagi cocok bagi pendidikan berwawasan global. Pendidikan berwawasan global harus merupakan kombinasi antara kebijakan sosial disatu sisi dan disisi lain sebagai kebijakan yang mendasarkan pada mekanisme pasar. Oleh karena itu, sistem dan struktur pendidikan harus bersifat terbuka, sebagaimana layaknya kegiatan yang memiliki fungsi ekonomis.

  1. Dampak Globalisasi dalam pendidikan

Globalisasi telah mempengaruhi berbagai tatanan kehidupan umat manusia saat ini. Oleh sebab itu, pengaruh globalisasi tidak bisa dihindari. Dalam dunia pendidikan sendiri, globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan. Adapun pengaruh dari globalisasi dalam dunia pendidikan antara lain:

  1. Dampak Positif Globalisasi dalam Pendidikan.
  1. Pendidikan semakin berkembang melalui berbagai sarana dan prasarana selaku media yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Contohnya: internet. Sekolah-sekolah pada era globalisasi seperti sekarang ini, telah menggunakan fasilitas internet sebagai media belajar siswa. Hal tersebut menandakan adanya kemajuan teknologi yang mempengaruhi kemajuan di bidang pendidikan. Karena baik siswa maupun tenaga pendidik mampu mengakses ilmu dari berbagai sumber yang dapat menunjang bahan ajar untuk para siswa. Sehingga ilmu yang diperoleh dapat berkembang dan menghasilkan cikal bakal generasi muda Indonesia yang lebih unggul dan berkompeten.

  1. Mengembangkan pola pikir siswa dan tenaga pendidik secara progresif.

Contohnya: Siswa dapat mengembangkan nalar berpikir secara ilmiah seperti menyusun karya-karya ilmiah yang digunakan untuk kemaslahatan umat.

  1. Mampu menciptakan karya-karya inovatif yang bersumber dari pemikiran-pemikiran siswa melalui media yang ada serta dibantu oleh tenaga pendidik.
  2. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik sehingga pendidikan juga semakin berkembang pesat.
  1. Dampak negatif globalisasi dalam pendidikan.
  1. Menurunkan kualitas moral siswa. Karena melalui media internet, setiap siswa dapat mengakses segala informasi tanpa batas. Sehingga ada kemungkinan siswa terpengaruh akan situs-situs yang kurang baik dan dapat mempengaruhi pola pikir siswa serta tingkah laku siswa.
  2. Mengurangi minat baca siswa. Karena adanya media internet, siswa cenderung malas membaca buku-buku ataupun literatur yang ada. Sehingga, siswa cenderung memiliki pemikiran yang sempit.
  3. Menimbulkan kesenjangan social, karena adanya globalisasi yang tidak merata, masih ada daerah-daerah yang jauh dari kemajuan jaman. Hal tersebut mengakibatkan kesenjangan sosial dengan daerah-daerah yang cenderung lebih maju.

Makna kehidupan

Arti Cinta dan Hidup di Dunia ini :

1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kami meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

23.Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.